Jelajah
IMG-LOGO
Berita Lokal

MONITORING DAN EVALUASI KELOMPOK TANI HUTAN

Create By 05 October 2021 1 Views
IMG

    Rabu 29 september 2021. Kelompok Tani Hutan Ngudi Rejeki Kanigoro menerima kunjungan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendampingan pada kelompok yang di targetkan naik kelas. Tim monev Ir. Sri Sayuti, MP. Dan Susilo Margono, S.Hut.dari dinas lingkungan hidup dan kehutanan ( LHK ) Propinsi Jawa Tengah.hadir pula  Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah Wilayah IX. Bapak Ir. Slamet Rohadi, MP. Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah IX yang mendampingi KTH Ngudi Rejeki (Hanif Rahadi, S.Hut.) dan Bapak Kepala Desa Kanigoro

Adapun hasil dari monev tersebut adalah sebagai berikut:

­   Monev ditujukan untuk mengetahui perkembangan peningkatan kelas kelompok, serta realisasi kegiatan penyuluhan kehutanan yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kelas kelompok.

­     Peningkatan kelas kelompok dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu kelola kelembagaan, kelola kawasan dan kelola usaha.

­      Kelola kelembagaan lebih dititikberatkan kepada administrasi dan pencatatan yang dilakukan oleh kelompok, semakin baik administrasi dan pencatatan yang disusun oleh kelompok, maka akan semakin meningkat pula nilai kelas kelompok.

­     Pencatatan yang baik akan memudahkan dalam memperoleh data dan informasi untuk melakukan tinjauan, melihat sejarah dan mengevaluasi kegiatan kelompok, serta menjadi referensi dalam menentukan rencana tindak lanjut pemecahan permasalahan kelompok.

­     Kelola kawasan dilakukan dalam bentuk penataan dan pemetaan potensi sumber daya yang dimiliki oleh kelompok sebagai bahan perencanaan arah kegiatan kelompok, khususnya kegiatan pengembangan usaha kelompok.

­     Kelola usaha merupakan kegiatan usaha yang dilakukan kelompok dalam upaya memperoleh penghasilan baik untuk pengembangan kelompok maupun untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

­     Kelola usaha sangat diperlukan, mengingat kegiatan kelompok akan sulit dilakukan apabila tidak ada penghasilan kelompok yang juga dapat menjadi pemantik semangat pengurus dan anggota.

·      Arahan Kepala CDK Wilayah IX (Ir. Slamet Rohadi, MP.) menyampaikan:

­     Saran kepada kelompok untuk tetap menjalin dan meningkatkan jejaring di luar sektor kehutanan, meskipun telah melakukan reorganisasi menjadi KTH.

­     Pemanfaatan teknologi informasi dimohon untuk dapat dilakukan oleh kelompok mengingat perkembangan jaman saat ini.

­     Untuk kearifan lokal berupa kebijakan untuk tidak  melakukan penebangan bambu secara berlebihan meskipun bambu merupakan komoditas utama kegiatan kelompok harus terus dipertahankan.

 

·      Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah IX yang mendampingi KTH Ngudi Rejeki (Hanif Rahadi, S.Hut.) menyampaikan beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan dalam upaya peningkatan kelas kelompok pada KTH Ngudi Rejeki sebagai berikut:

­     Langkah awal adalah melakukan reorganisasi serta melibatkan pemuda dalam pengembangan kelompok secara kelembagaan maupun secara usaha.

­     Selain itu upaya untuk lebih memberi peran para pemuda adalah, untuk mengimbangi arus perkembangan zaman, mengingat perkembangan kondisi saat ini yang diperlukan kelincahan dan kemampuan terutama dalam hal teknologi informasi era digital.

­     Selain reorganisasi, juga dilakukan pendampingan dan pembinaan administrasi kelembagaan kelompok.

­     Kelompok juga pernah diikutsertakan dalam kegiatan Pelatihan Manajerial Kelompok yang difasilitasi oleh CDK Wilayah IX (diwakili oleh Bapak Rohmadi).

­     Untuk saat ini administrasi yang dikerjakan kelompok masih kurang baik, sehingga melalui reorganisasi juga dilakukan penunjukan Sekretaris kelompok yang masih muda dan memahami teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas administrasi kelembagaan.

­     Terkait kelola wilayah, sudah dilakukan pendataan potensi pengembangan hutan rakyat, potensi bahan baku bambu dan potensi pengrajin bambu di Desa Kanigoro.

­     Dalam hal kelola usaha, melalui fasilitasi CDK Wilayah IX akan diberikan sarana dan prasarana pengolahan bambu menjadi kerajinan yang diharapkan dapat menjadi alternatif penghasilan kelompok dan anggota.

­     Rencana ke depan, hasil olahan kerajinan bambu yang dihasilkan oleh kelompok akan dibantu pemasarannya oleh Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

­     Selain hal tersebut di atas, KTH Ngudi Rejeki juga pernah terlibat dalam kegiatan pembangunan kehutanan melalui pembuatan KBR, penanaman turus jalan, penanaman lahan kritis dan kanan kiri sungai, serta pemeliharaan mata air.

 

­     Ketua KTH Ngudi Rejeki merupakan salah satu kader yang akan ditetapkan sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) melalui penetapan Kepala Desa Kanigoro, mengingat peran sertanya dalam membantu pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan, khususnya di Desa Kanigoro.

 

·      Selanjutnya Ketua KTH Ngudi Rejeki (Rohmadi) memaparkan kondisi kelembagaan dan kegiatan KTH Ngudi Rejeki yang telah berjalan sebagai berikut:

­     Melalui reorganisasi yang dilaksanakan pada bulan Juni 2021, KTH Ngudi Rejeki berusaha memberdayakan para pemuda Desa Kanigoro dengan melibatkan mereka dalam kepengurusan dan kegiatan kelompok.

­     KTH Ngudi Rejeki telah berperan serta dalam kegiatan pembangunan kehutanan, salah satunya adalah melalui pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) pada tahun 2019 melalui fasilitasi BPDASHL Serayu Opak Progo.

­     Untuk tahun 2021 ini, KTH Ngudi Rejeki akan meningkatkan kegiatan usaha pengolahan bambu melalui pendampingan dan fasilitasi CDK Wilayah IX.

­     Dalam pengolahan kerajinan bambu, KTH Ngudi Rejeki akan memanfaatkan limbah anyaman bambu yang sudah lama berjalan di Desa Kanigoro.

­     Limbah anyaman bambu tersebut akan diolah menjadi kerajinan yang siap dijual di pasaran untuk memberdayakan dan menigkatkan kesejahteraan kelompok.

­     Melalui kegiatan monev ini KTH Ngudi Rejeki mengharapkan adanya arahan dan bimbingan dalam peningkatan administrasi kegiatan kelompok yang dirasakan masih kurang.

 

·      Berdasarkan paparan Penyuluh Kehutanan Kec. Ngablak dan Ketua KTH Ngudi Rejeki, selanjutnya dilakukan diskusi dan evaluasi oleh Tim Monev Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah dengan hasil sebagai berikut:

­     Tim Monev Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi upaya reorganisasi dengan melibatkan pemuda dalam kepengurusan dan keanggotaan KTH Ngudi Rejeki.

­     Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan pada KTH Ngudi Rejeki dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

­     Administrasi kelembagaan KTH Ngudi Rejeki dinilai masih kurang baik, sehingga diminta untuk dilakukan penyusunan dan penataan ulang, termasuk tertib dan konsisten dalam pengisian/pencatatannya.

­     Diharapkan beberapa blanko administrasi dapat disusun memanfaatkan teknologi informasi sebagai terobosan kegiatan kelompok.

­     Terkait adanya kearifan lokal berupa penebangan bambu secara lestari, diharapkan hal tersebut dapat dituangkan dalam Peraturan Desa atau minimal Peraturan Kelompok, serta dijadikan kemasan dalam pemasaran dan memperkenalkan hasil produksi kerajinan bambu serta meningkatkan nama Desa Kanigoro.